Kadus: Warga Bangun Closet dengan Sistim Arisan

Dua orang Kepala Dusun desa setempat, masing-masing Ihwan dan Mahsar, membeberkan upaya yang telah dilakukannya bersama jajaran Kader posyandu, RT dan masyarakat, dalam membudayakan STBM Lima Pilar. Ia mengajak masyarakatnya yang belum memiliki jamban rumah tangga untuk saling membantu melalui arisan yang disebutnya sistim dana bergulir. Setiap KK katanya, mengeluarkan uang sebesar Rp. 100.000 setiap bulan dan diundi. Arisan itu melibatkan 56 KK dari dua RT. Uang arisan diundi, yang mendapat undian digunakan membuat jamban, sementara bagi yang sudah punya dapat mengambil uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Bagi yang belum punya WC biasanya, tidak mau menerima uang. Langkah gotong royong itu, kini juga mulai diikuti RT lain di desa itu, sehingga masyarakat dengan berbagai tingkat kesejahteraan dipastikan bisa memiliki jamban sendiri, apalagi dengan adanya stimlan dari Pemerintah Desa. Saat ini di Desa itu sudah 80% lebih KK yang memiliki jamban sendiri, dan diyakini akan terus bertambah mencapai 100%.

923165_400737986730248_90063849_n

Comments & Responses