Sekolah-Pun Berperan Dalam Gerakan STBM Lima Pilar

Tak mengherankan bila Desa Timbanuh demikian cepat mencapai perubahan dalam menata perilaku masyarakatnya. Dengan pemicuan STBM Sekolah yang dilakukan YMP-NTB, program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi semakin tajam. Kemudian pembelajaran hidup sehat itu, dibawa anak sekolah ke tengah masyarakat, ikut membentuk budaya.

Untuk menunjang tercapainya Pilar Satu, Pihak sekolah mengupayakan tambahan jamban agar mendekati rasio jumlah murid di salah satu sekolah satu atap, yang terdiri dari TK, SD dan SMP. Sekolah juga menyediakan kran air dan sabun untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun, serta bak sampah.

Kepala SDN 2 Satu Atap Pengadangan, Mar’i, S.Pd. didampingi staf pengajarnya Rihul, S.Pd., mengaku diperkenalkan STBM Lima Pilar Bulan Agustus lalu oleh YMP-NTB. Informasi itu diperolehnya dalam workshop STBM Sekolah selama tiga hari di Selong.

Setelah mengikuti workshop itu, Ia bersama jajarannya menindaklanjuti program dengan melaksanakan pilar-pilar secara lebih intensif, untuk mempertajam kegiatan yang telah digalakkan di sekolah selama ini.

Cover Home

Beberapa kendala yang dialami pada awalnya, kata Sang Kepala Sekolah, antara lain kurang sarana jamban dan kran CTPS yang tersedia.Untuk itu telah dupayakan penambahan jumlah jamban dan pembuatan kran untuk CTPS serta pengadaan tempat sampah di tiap ruang kelas. Selanjutnya, anak-anak diarahkan untuk selalu mengkonsumsi air yang sudah dimasak agar bebas bakteri. Masing-masing anak disarankan untuk membawa air bersih yang sudah dimasak dalam botol untuk diminum.

Berikutnya, nilai-nilai dalam STBM Lima pilar disampaikan setiap pengajian sebelum masuk kelas dan sering pula dalam kesempatan apel pagi. Ternyata konsep tersebut dapat diterima dengan baik. Diakuinya, belum 100% anak didiknya membawa air bersih sesuai anjuran, namun Ia yakin anak-anak sudah memahami manfaatnya.

Comments & Responses