Dari 20 Kecamatan, Baru 5 Yang Terlayani

Deny Aswin Pribadi (Kasubbag Tata Usaha Dinas Kebersihan): DARI 20 KECAMATAN, BARU 5 YANG TERLAYANI

Rencana masuknya OSAMTU (Olah Sampah Tuntas) ke Kabupaten Lombok Timur berawal tahun 2015. Waktu itu seorang konsultan dari Bank KfW Jerman didampingi Prof. Sri Tejo Wulan mengunjungi Lombok Timur dalam rangka pemberian dana hibah.

Dana hibah sebesar enam ratus juta rupiah rencananya akan dipakai untuk membeli 3 tungku OSAMTU (salah satunya di Terara). Prinsip kerjanya seperti tungku atau oven. Harapannya, dengan anggaran tersebut, persoalan sampah di Lombok Timur bisa teratasi.

Saat ini pengelolaan sampah memang berbiaya sangat besar. Menurut Deny Aswin Pribadi, satu TPA bisa menelan biaya tak kurang Rp 10 milyar, itupun tidak efektif.

Dinas Kebersihan dengan 9 armada dump truck dan 16 roda tiga hanya mampu melayani 5 kecamatan dari 20 kecamatan dan yang sepenuhnya terlayanipun hanya kecamatan Selong. Sisanya, dilayani dengan pengangkut kontainer maksimal 1 bulan sekali.

Nah, tujuan pemkab menaruh OSAMTU di Dinas Kebersihan agar sampah dari rumah tangga bisa dipusatkan di Dinas Kebersihan, tidak perlu menumpuk di TPA. Saat ini, anggaran OSAMTU dalam APBD perubahan masih dalam proses reviu di DPRD Provinsi.

Comments & Responses