Desa Terara: Sampah Menjadi Bumerang Bagi Kita!

Ikhwan, Kepala Desa Terara, sangat tidak keberatan ketika diminta untuk membuat pernyataan komitmen anggaran demi SEHATI periode 2017. Dengan santai dia menuliskan angka Rp 50 juta di atas lembar bermaterai.

Bahkan jika memasukkan nilai proyek sanitasi yang sudah ia jalankan sejak sebelum SEHATI hingga hari ini, nilainya sudah melebihi. Desa Terara termasuk salah satu penerima bantuan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) P2KP. Ia mengakui bahwa lewat P2KP saja dia sudah membangun 51 jamban untuk 51 rumah.

“Jadi, sebenarnya sudah melebihi. Sekarang yang jadi bumerang kita ya sampah ini”.

Mengetahui akan ada bantuan OSAMTU, Ikhwan membentuk tim pengelola sampah yang dipayungi dengan Peraturan Desa. Persoalan sampah memang lama menggerogoti pikirannya.

Sepulang kunjungan belajar tentang OSAMTU, Ikhwan yang merasa sudah mendapat ilmu, sangat berkeinginan untuk membangun OSAMTU sendiri. Namun pihak YMP melarangnya terkait masalah paten.

“Lantas apa tujuan kita (studi banding) bu?” Katanya sambil terkekeh.

Desa Terara merupakan salah satu desa yang berkomitmen untuk SEHATI. Masalah sampah menjadi salah satu pemicunya. Kini desanya menunggu kepastian Osamtu.

Comments & Responses