Puskesmas Pringgasela: Para Suami Takut Dengan SK

Ditanya soal replikasi, Munggah, SKM, SE, langsung tersenyum simpul. Kepala Puskesmas Pringgasela ini menyebutkan tiga nama desa: Pringgasela Timur, Pringgasela Selatan dan yang terakhir Desa Jurit.

Ada dua pertimbangan utama menunjuk ketiga desa tersebut sebagai desa replikasi STBM. Yang pertama, respon kepala desanya bagus alias mendukung. Yang kedua, cakupan Pilar 1 sudah cukup bagus.

Menurut Munggah, secara umum, banyak faktor yang memengaruhi belum tercapainya sanitasi total 5 pilar di wilayahnya. Mulai dari persoalan kurangnya koordinasi, hingga persoalan gender. Raihani, SKM., sanitarian, menambahkan, “Juga tidak ada intervensi dari desa,”

“Setiap kami melakukan pemicuan, peserta yang ada hanyalah perempuan-perempuan sementara mereka tidak bisa membuat keputusan,” Kata Munggah. Padahal para perempuan itu sudah tanda tangan di RTL.

Berdasarkan evaluasi, ternyata mereka tidak membangun jamban karena tidak ada dukungan dari suaminya. Akhirnya pemerintah desa turun tangan. Mereka mengeluarkan Surat Keputusan terkait STBM. Barulah perubahan mulai terjadi.

“Para suami ‘takut’ dengan SK Kepala Desa,” tukas Munggah, sambil tersenyum. Beredarnya SK Kepala Desa tentang STBM terbukti meningkatkan perubahan perilaku, seperti yang terjadi di Desa Timbanuh (saat program SHAW) dan Desa Pringgasela Timur.

Desa Timbanuh merupakan satu-satunya desa binaan Puskesmas Pringgasela yang lolos verifikasi kecamatan sebagai Desa STBM. Pendekatan SK ini pula yang diterapkan Munggah untuk meningkatkan sinergi di internal puskesmas.

Munggah menunjukkan daftar penerima Surat Keputusan (SK) Pembina Baseline Survey Percepatan Desa dan Kecamatan ODF 2016-2017. “Dulu waktu SHAW, teman- teman puskesmas kami hanya sekedar tahu apa itu SHAW. Sekarang, dari cleaning service sampai kepala puskesmas harus tahu apa itu SEHATI, dan yel-yelnya,” ujar Munggah.

Penerima SK yang terdiri atas berbagai profesi: bidan, sanitarian, perawat, ahli gizi, harus mempromosikan STBM 5 Pilar di setiap tugas profesional mereka. “Kalau tidak begitu, (sinergi) akan lemah sekali,” katanya.

#sehati #stbm

Comments & Responses