Perlu Gerakan Masif Untuk Menyentuh Level Kebijakan

KEPALA BAPPEDA LOMBOK TIMUR (KOORDINATOR TIM PEMBINA STBM LOMBOK TIMUR): PERLU GERAKAN MASIH UNTUK MENYENTUH LEVEL KEBIJAKAN

Pendekatan SEHATI yang menjadikan pemerintah sebagai pelaksana diakui Achmad Dewanto Hadi, st., Mt., Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur sangat besar manfaatnya.

“Kalau kami hanya berdiam pada sisi tugas dan fungsi sebagai perencana, sepertinya tidak lengkap kalau kita tidak memahami proses membangun penyadaran di masyarakat,” tuturnya. Dengan dilibatkannya staf Bappeda di lapangan, referensi menjadi lebih lengkap. Hal ini juga menambah keyakinan pihaknya dalam penyusunan program di kabupaten.

Meski demikian, Kepala Bappeda selaku leading sector anggaran mengakui adanya hambatan dalam menyampaikan gagasan program dan pengalokasian anggarannya kepada pengambil kebijakan.

“Kesulitan saya, bagaimana meyakinkan pengambil kebijakan bahwa program ini adalah sesuatu yang harus didukung dalam bentuk aktualisasi anggaran yang tercantum dalam APBD.”

Dewanto mengutarakan, sekalipun bupati sudah menyatakan setuju berkontribusi anggaran, namun bukan jaminan realitasnya demikian. Apalagi, bupati saat ini akan mengakhiri masa jabatannya tahun 2018 sementara masih banyak yang belum dilakukan.

Sehingga, sepanjang 2017 kabupaten akan berupaya menghabiskan anggaran untuk pembangunan fisik dan akan mengalahkan anggaran untuk SEHATI. Belum lama ini, sewaktu penyusunan APBD 2017, Dewanto menyadari bahwa kegiatan penguatan kapasitas di puskesmas (SEHATI) belum teranggarkan di Dinas Kesehatan. Setelah mendiskusikannya dengan Kabid Sosial Budaya – Hj. Chandra Kurniati, se.,Msi, pihaknya kemudian memutuskan untuk mengontak Kepala Dinas Kesehatan dan mengingatkan soal komitmen bersama.

“Ini sebenarnya mekanisme yang sudah berjalan baik. Begitu mengetahui bahwa kegiatan tersebut belum teralokasi, teman- teman SKPD langsung lapor ke saya sebagai leading sector penganggaran, sehingga saya bisa mengamankan kegiatan ini,” ujarnya. Menurutnya, perlu gerakan yang masif dari bawah (level operasional) sehingga isu sanitasi total lima pilar ini mendapat dukungan level kebijakan.

“Sehingga gerakan SEHATI bukan lagi sekedar slogan,” katanya.

Comments & Responses